Monosilabisasi Bahasa Inggris

10 Mei

Tulisan ini adalah sebagian kecil isi makalah untuk tugas Teori Linguistik I. Semoga bermanfaat.🙂

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bahasa Inggris merupakan bahasa yang memperhatikan word stress dan sentence stress. Setiap kata bahasa Inggris terdiri atas satu tekanan yang kuat dan setiap kalimat memiliki sentence stress. Jika kata berupa satu silabe, maka kata tersebut diberi stress. Tetapi bila kata tersebut berupa dua silabe, satu silabe mendapatkan penekanan dan silabe lainnya lemah. Terkadang word stress juga menjadi pembeda kelas kata antara nomina dan verba.  Apabila penekanan terjadi pada silabe pertama, kata tersebut termasuk nomina. Jika kata tersebut mendapat penekanan pada silabe kedua, maka kata tersebut merupakan verba. Sebagai contoh:

Nomina                                   verba

‘export                                     ex’port

‘import                                    im’port

‘record                                     re’cord

Proses adaptasi terhadap strong word stress memengaruhi hilangnya beberapa bunyi, beberapa terletak di awal kata (k-, g-, p-) dan beberapa terletak di akhir kata (-e, -b). Contoh bunyi k-, g- dan w- adalah know, knight, knee, gnat, gnaw, wrong, wry, wright, write. Sebagai contoh –e tidak dibunyikan dalam beberapa kata Modern English berikut:

Modern English                  Middle English

Starve                                     Sterve 

War                                         Werre

 

Selain itu, bunyi  –b dan –g- dilesapkan pada kluster konsonan semisal dalam kata-kata: bomb, wright, night, bought, debt, comb.

Proses adaptasi tersebut juga menimbulkan beberapa efek, diantaranya munculnya beberapa diftong dan vocal baru. Peristiwa lahirnya diftong dan vocal baru disebut The Great Vowel Shift. Berikut adalah beberapa perubahan yang signifikan (dari Middle English ke Modern English):

Middle English                              Modern English                     Contoh

[aː]                                                      [ɛː], [eː]                                       make

[ɛː] raised to [eː]                                [iː]                                           beak

[eː]                                                      [iː]                                           feet

[iː] diphthongised to [ɪi]                    [aɪ]                                          mice

[ɔː]                                                      [oː]                                          boat

[oː]                                                      [uː]                                          boot

[uː]                                                      [aʊ]                                         mouse

Tidak semua kata mengalami fase the Great Vowel Shift. Seperti [ea] yang seharusnya mengalami perubahan fonologis menjadi [i:], tetapi beberapa kata berikut: great, break, steak, greaves, swear dan bear tidak mengalami perubahan tersebut.  Contoh lain misalhnya broad yang gagal mengalami perubahan menjadi [o:] dan father yang juga tidak berhasil mengalami perubahan menjadi [ɛː].

Pemendekan vocal panjang memungkinkan terjadinya komplikasi. [ea] merupakan contoh yang baik dalam hal ini, misalnya dalam kata dead, head, threat, wealth, etc. Vokal rangkap /oo/ juga mengalami pemendekan dari [u:] menjadi [ʊ] dalam banyak kasus, contohnya book, foot, good, dan lain-lain.

Penyebab dari terjadinya Great Vowel Shift masih menyisakan misteri dalam dunia linguistik. Namun beberaapa teori menyebut bahwa migrasi massa ke bagian selatan Inggris setelah peristiwa Black Death. Adanya perbedaan aksen menuntun pada terjadinya modifikasi tuturan di antara beberapa kelompok untuk membuat standardisasi pelafalan bunyi vocal. Dialek yang berbeda dan munculnya standardisasi kelas menengah di London memicu terjadinya perubahan dalam pelafalan, yang kemudian meluas ke segala penjuru kota.

Mobilitas sosial mendadak setelah Black Death barangkali menjadi penyebab Black Death, dimana masyarakat dari kelas social yang lebih rendah berpindah ke kelas social yang lebih tinggi. Penjelasan lainnya menunjukkan bahasa dari golongan yang berkuasa: kaum aistokrat berbicara dalam bahasa Prancis namun sejak awal abad ke-15, mereka berbicara dalam bahasa Inggris. Hal ini kemudian menyebabkan perubahan ke akses yang berprestise. Pengaruh lain diasumsikan berasal dari kondisi social dan politik pada abad ke-15, yang kemudian berujung pada the Great Vowel Shift.

Compiled by: Ikmi Nur Oktavianti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s