Properti Formal Kopula be (to be)

20 Apr
Tulisan berikut adalah bagian kecil tesis saya (bab 2)  yang berjudul “Kuasi-kopula dalam Bahasa Inggris”. Bagian kecil ini berupaya memerikan properti yang dimiliki oleh kopula be sebagai salah satu unit lingual. Semoga bermanfaat.😀
— Ikmi Nur Oktavianti —
********************************************************
Properti Formal Kopula be
Properti formal berkaitan dengan sejumlah perilaku yang diatur berkaitan dengan kondisi sintaksis. Properti formal kopula be, antara lain:
1. Menghubungkan (linking)

Tugas utama kopula be, sesuai dengan namanya, adalah untuk menghubungkan predikat dengan subjeknya. Sebagaimana dinyatakan oleh Dikken (2006) bahwa kopula be muncul untuk membangun hubungan sintaksis dan semantis subjek dan predikat karena di beberapa bahasa subjek dan predikat non verbal tidak dapat bergabung begitu saja dan hanya akan menghasilkan konstruksi yang tidak gramatikal.

(63)        *They    (Ø)       sick

Kehadiran kopula be menjadikan konstruksi gramatikal seperti berikut

(68a)    They    are       sick.

(Shopen,2007:228)

Kewajiban kopula untuk hadir dalam konstruksi tertentu dapat dijelaskan secara morfosintaksis, sintaksis dan semantis. Secara morfosintaksis, kopula be hadir untuk menyediakan tempat bagi melekatnya infleksi. Ketika predikat berupa adjektiva atau nomina, tidak dapat dihadirkan infleksi. Maka dari itu, hadir lah kopula be agar infleksi dapat dilekatkan dan selanjutnya dapat memenuhi ketentuan konstruksi klausa dalam bahasa Inggris. Karena menurut Payne (2011:266) jika tidak ada infleksi maka tidak ada konstruksi klausa dalam bahasa Inggris. Infleksional tersebut lah yang menentukan kategori dari klausa atau kalimat dan menjadi unsur inti. Dengan kata lain, infleksi memegang peranan penting. Oleh sebab itu titik tertinggi dalam konfigurasi sintaksis diagram pohon adalah frase infleksional.

Secara sintaksis, kopula be wajib hadir untuk menjembatani keasimetrisan relasi subjek dan predikat (seperti dijelaskan pada bab 1). Selain itu, dengan kehadiran kopula be, konstruksi predikatif mampu menghadirkan penentu sehingga dapat membentuk konstruksi klausa (Baker, 2004). Dalam bahasa Inggris predikat non  verbal seperti adjektiva dan nomina bersifat [- verba] dan harus didampingi unsur inti fungsional (kopula be) agar mengandung unsur verbal dan selanjutnya dapat mempunyai penentu (subjek) (Baker,2004). Hal ini juga sejalan dengan pendapat Heycock tentang relasi subjek dan predikat bahwa suatu predikat sintaksis adalah proyeksi maksimal dan harus menghadirkan subjek di posisi eksternal (1993:1).

            (55)      He *(is) friendly.

*is friendly (tanpa penentu)

Tanpa kehadiran penentu, is friendly adalah konstruksi yang tidak gramatikal.

Secara semantis, kopula be menjembatani relasi intersektif sehingga atribut predikat pada subjek. Seperti pada contoh di atas, dengan kehadiran kopula be, predikat friendly dapat disandangkan pada subjek he.

Meskipun di bahasa lainnya, misalnya bahasa Indonesia, kopula bersifat opsional. Verhaar (2006) dan Sudarti (1980) menyebut kopula sebagai kata pemisah yang memisahkan bagian yang dinamakan subjek dengan bagian yang dinamakan predikat. Penamaan ini tidak salah karena kopula memang membuat batas yang jelas antara subjek dan predikat, bagian kiri dari kopula adalah subjek dan bagian kanan adalah predikat.

(64)        Yang mengepalai yayasan ini ialah Haji Badawi.

(Sudarti in Majalah Pengajaran Bahasa dan Sastra, 1980:12)

Satuan lingual ialah merupakan kopula. Oleh sebab itu seseorang dapat mengatakan bahwa Yang mengepalai yayasan merupakan subjek dan Haji Badawi adalah predikat. Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa Inggris kopula terkondisi secara gramatikal (wajib ada) akan tetapi dalam bahasa Indonesia kopula adalah sesuatu yang terkondisi opsional (tidak wajib hadir).

2. Kelas Kata Kopula dan Kuasi-kopula

Halliday (1994:28) menyatakan bahwa kelas adalah seperangkat item yang serupa dalam beberapa hal. Kelas kata berarti sekumpulan kata yang serupa. Crystal (1967) membuat beberapa klasifikasi dikotomi perihal kelas kata dalam bahasa Inggris, antara lain kata bervariasi dan tidak bervariasi, kata konten dan kata kosong, dan kata leksikal dan kata gramatikal. Mengadopsi konsep yang dikemukakan Crsytal tersebut pada penelitian ini, maka akan ada beberapa dikotomi yang digunakan untuk menjelaskan kelas kata kopula be. dikotomi tersebut, yaitu kata konten dan kata kosong, dan kata leksikal dan kata gramatikal.

Kata Konten atau Penuh (content atau full word) dan Kata Kosong (empty word)

Crystal (1967) mendefinisikan kata kosong dengan kata yang tidak mempunyai makna. Kebalikannya, kata konten adalah kata yang mempunyai makna. Menurut Crystal (1967) kopula be adalah kata kosong karena tidak mengandung makna, khususnya jika berdiri sendiri sebagai suatu satuan lingual. Oleh sebab itu kopula be secara otomatis termasuk ke dalam kategori fungsional atau gramatikal.

is, am, are, was, were à tidak mempunyai makna

Jika diterapkan dalam kalimat seperti berikut

(66)        Tom is a novelist.

(Comorovski and Heusinger,2007:49)

is di atas disebut juga sebagai lokus (locus) (Lyon, 1971:322) karena membawa pemarkah yang tampak yang berkaitan dengan kala, aspek dan mood.

3. Kelas Verba (morfosintaksis)

Kopula be merupakan verba dalam konstruksi bahasa Inggris. Verspoor dan Sauter (2000) mengklasifikasikan verba ke dalam dua kelompok besar; verba leksikal dan verba bantu (auxiliary). Verba leksikal disebut juga verba utama (main verb) karena menamai proses yang sedang terjadi. Verba leksikal mempunyai makna dan mungkin hadir dalam beberapa bentuk, misalnya write (s), wrote, witten, writing dan (to) write. Verba bantu adalah verba yang umumnya terletak sebelum verba dan membantu mengindikasikan kapan proses terjadi, akan terjadi, atau telah terjadi atau bagaimana keseluruhan peristiwa terlihat di mata penutur. Verba bantu yang sering dijumpai mislanya be, have, be able to, do, will, would, can, dould, may, might dan sebagainya.

Selanjutnya, dalam klasifikasi berikutnya Verspoor dan Sauter (2000) mengklasifikasikan verba leksikal ke dalam tiga tipe; verba intransitif, verba transitif dan verba kopula. Terlihat jelas bahwa be termasuk ke dalam dua kelas sekaligus; verba leksikal dan verba bantu, bergantung pada kondisi kemunculannya.

Hal ini juga sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Payne (2011:268-274) bahwa pada dasarnya kopula be adalah verba bantu (auxiliary) tetapi dalam kondisi tertentu dapat berperan sebagai verba leksikal. Peran be sebagai verba leksikal dapat diketahui melalui tes sintaksis (syntactic test), yakni tes kebiasaan (habitual test) dan tes progresif (progressive test).

4. Predikat Non Verbal

Komplemen dari kopula be adalah predikat non verbal. Ada tiga jenis predikat non verbal (Dryer via Shopen (2007:224). Predikat non verbal dalam bahasa Inggris tersebut antara lain; adjektiva, nomina dan preposisi. Perhatikan contoh berikut.

            (55) He is friendly.

            (Verspoor and Sauter, 2000:65)

(67)  John is the cause of the riot.

(Moro, 1997:23)

(68)        My dog is in the house.

(Shopen, 2007: 225)

Dalam konstruksi dengan predikat non verbal seperti yang dicontohkan di atas, elemen yang menyertai kopula be adalah predikat yang sesungguhnya (Dryer via Shopen, 2007:225). Kopula be membantu membentuk predikat tetapi bukan predikat (Napoli,1989:9).

Referensi: on demand (ikmino@yahoo.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s