Gramatikalisasi (Perubahan Diakronis)

11 Apr

Perubahan bahasa dapat disebut sebagai usaha pengekonomisan bahasa, seperti dapat dilihat dengan memudarnya penggunaan infleksi. Salah satu perubahan bahasa yang sangat jelas menunjukkan adanya usaha ekonomisasi bahasa adalah gramatikalisasi. Gramatikalisasi (Campbell, 1998:241) adalah perubahan bahasa yang terkait dengan pereduksian aspek semantis (semantic weakening, semantic fading). Menurut Heine dan Kuteva gramatikalisasi merupakan perkembangan dari bentuk leksikal ke bentuk gramatikal dan dari bentuk gramatikal ke bentuk yang lebih gramatikal lagi (2004:2). Menurutnya ada beberapa mekanisme gramatikalisasi, antara lain:

(a)    desemantisasi : hilangnya fitur semantis

(b)   ekstensi : digunakan dalam konteks yang baru

(c)    dekategorisasi : hilangnya properti morfosintaksis dari kategori leksikal

(d)   erosi: hilangnya substansi fonetis

Salah satu proses penggramatikalan atau gramatikalisasi adalah melalui hilangnya fitur semantis. Suatu komponen tatabahasa direduksi fitur semantisnya untuk menjadi komponen tatabahasa lain. Hal ini nampak jelas dari perubahan kategori leksikal menjadi kategori fungsi. Kategori leksikal merupakan kategori yang dianggap lebih “kaya” (fitur semantis lebih banyak) sementara kategori fungsi adalah kebalikannya (fitur semantis sedikit). Sesuai dengan Prinsip Ekonomi Fitur: “meminimalisasi fitur semantis pada derivasi” (Van Gelderen, 2009:216), maka kategori yang lebih kaya berubah menjadi kategori yang lebih “miskin”. Dengan pereduksian fitur semantis, suatu komponen akan menjadi lebih ekonomis dan tentu saja memenuhi fungsi tatabahasa yakni menjadikan bahasa seringkas mungkin agar komunikasi dapat terjalin baik (Poedjosoedarmo, 2008).

Ada beberapa perubahan verba leksikal menjadi verba bantu (auxiliary) atau  kategori fungsi sejenisnya. Misalnya dicontohkan oleh Campbell (1998:238) verba leksikal will yang berarti ingin mengalami gramatikalisasi dan menjadi kategori fungsi. Maka dulu (Old English) seseorang dapat mengatakan

I will to ….. (will: ingin)

 

Namun, pada present-day English seseorang harus membuat formula will + verba. Misalnya pada kalimat berikut.

I will drink orange juice.

Selain itu, verba leksikal juga digramatikalisasi menjadi kopula sebagaimana dicontohkan oleh Lohndal via Van Gelderen  (2009:229) bahwa beberapa full verb (verba leksikal) berubah menjadi kopula. Contoh yang paling nyata adalah  perubahan verba wes (yang berarti to remain, to stay) menjadi kopula be was (bentuk lampau). Ketika menjadi verba leksikal, wes tentu membawa sejumlah fitur semantis tertentu. Karena mengalami gramatikalisasi, fitur-fitur tersebut berkurang atau bahkan menghilang dan kini was lebih berkaitan dengan informasi kala (tense). Menurut Lohndal, beberapa kopula selanjutnya berubah lagi (mengalami gramatikalisasi lagi) menjadi verba bantu.

Selain mengalami kehilangan sejumlah fitur, gramatikalisasi memungkinkan suatu komponen lingual untuk memperoleh fitur baru sesuai dengan pemakaiannya yang baru (Heine & Kuteva, 2004:2).

Adapun menurut Hopper dan Traugott (2003:4), gramatikalisasi menjelaskan proses lahirnya bentuk gramatikal. Yang dimaksudkan gramatikal dalam hal ini ternyata tidak selalu bentuk tidak bebas atau bentuk terikat (independent) meskipun demikian halnya di beberapa bahasa (bentuk gramatikal = bentuk terikat). Oleh sebab itu, gramatikalisasi lebih tepat didefinisikan sebagai proses perubahan dari bentuk yang mempunyai ikatan atau relasi lebih longgar dengan bentuk lainnya menjadi bentuk yang mempunyai ikatan relatif lebih kuat dengan bentuk lain.

Salah satu contoh gramatikalisasi yang disekapati oleh banyak linguis adalah gramatikalisasi klitik. (Hopper dan Traugott, 2003:7)

Content item > grammatical word > clitic > inflectional affix

Semakin ke kanan, suatu komponen akan semakin gramatikal dan berkurang keleksikalannya (afiks infleksi).

Compiled by: Ikmi Nur Oktavianti

Referensi

Campbell, Lyle. 1998. Historical Linguistics: An Introduction. Edinburgh: Edinburgh University Press

Heine, Bern & Tania Kuteva. 2004. World Lexicon of Grammaticalization. Cambridge: Cambridge University Press

Hopper, Paul J. & Elizabeth Traugott. 2003. Grammaticalization. Cambridge: Cambridge University Press

Poedjosoedarmo, Soepomo. 2008. Kumpulan Jurnal & Makalah. Yogyakarta: Mimiograf

van Gelderen, Elly. 2009. Cyclical change. Amsterdam: John Benjamin Publishing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s