Hilangnya Case Marker (Pemarkah Kasus) dalam Bahasa Inggris

10 Apr
Bahasa Inggris dalam perkembangannya mengalami beberapa tahapan historis yang penting. Tahapan-tahapan tersebut yakni Old English > Middle English > Modern English > Present Day English. Pada masa Old English, bahasa Inggris masih berstruktur SOV dan merupakan fleksi. Meskipun kemudian dalam perkembangannya bahasa Inggris mengalami perubahan yang signifikan hingga kini bahasa Inggris menjadi bahasa bertipe SVO atau NVN yang cukup ajeg (dalam konstruksi ekstrafrasal). Sedangkan dalam konstruksi intrafrasal sendiri, bahasa Inggris masih menganut tipe SOV dimana konstruksi intrafrasalnya berpola:

GN: Genitive – Noun                        My house, my car

AN: Adjective – Noun                        white house, blue car

Dalam Modern English, penggunaan of mulai lazim digunakan untuk menyatakan kepunyaan (jenitif) misalnya house of mine, the book of the teacher.

Perlu diperhatikan secara khusus bahwa bahasa Inggris (pada proses perkembangannya) merupakan bahasa yang memperhatikan word stress dan sentence stress. Setiap kata bahasa Inggris terdiri atas satu tekanan yang kuat dan setiap kalimat memiliki sentence stress. Jika kata berupa satu silabe, maka kata tersebut diberi stress. Tetapi bila kata tersebut berupa dua silabe, satu silabe mendapatkan penekanan dan silabe lainnya lemah. Terkadang word stress juga menjadi pembeda kelas kata antara nomina dan verba.  Apabila penekanan terjadi pada silabe pertama, kata tersebut termasuk nomina. Jika kata tersebut mendapat penekanan pada silabe kedua, maka kata tersebut merupakan verba. Sebagai contoh:‘export (nomina), verba (ex’port) dan  ‘import (nomina), im’port (verba).

Dalam suatu kalimat, penekanan dapat mengubah letak dari informasi yang terkandung, penekanan yang kuat dalam kalimat menandakan focus dari kalimat tersebut. Sebagai contoh:

My sister bought me shoes

My sister bought me shoes

My sister bought me shoes

My sister bought me shoes

Bahasa Inggris mengalami proses perubahan word stress yang cukup signifikan dalam riwayatnya. Perubahan word stress ini kemudian berpengaruh pada pola intonasi. Pola intonasi juga memengaruhi urutan kata atau frasa. Urutan kata atau frasa baru dalam kalimat mungkin muncul sebagai akibat dari penerapan (atau bersamaan dengan) pola intonasi baru.

Urutan kata dalam bahasa Inggris telah berubah dari berpola relatif bebas menjadi fixed language. Urutan kata dalam Old English berpola bebas seperti halnya dalam Modern German. Oleh karena itu, Old English, yang merupakan bahasa fleksi, mempunyai afiks infleksi untuk gender, number, tense, voice dan mood.  Selain itu, Old English juga mempunyai pemarkah kasus untuk nominatif akusatif, datif dan jenitif.  Sedangkan dalam modern English, urutan kata bersifat fixed. Modern English merupakn bahasa bertipe SVO. Urutannya sebagai berikut:

Kata (atau frasa) pertama: subjek

Kata (atau frasa) kedua: predikat

Kata (atau frasa) ketiga: objek (Objek dapat berupa direct object atau indirect object)

Oleh sebab itu, Modern English tidak memerlukan pemarkah kasus.

Jika dalam suatu bahasa, tiga frasa nomina letaknya berdekatan tanpa disela oleh frasa verba (NNNV) atau (VNNN), pemarkah kasus biasanya diperlukan. Pemarkah tersebut dibutuhkan khususnya ketika frasa nomina dapat dipertukarkan distibusinya dalam kalimat. Hal ini terjadi pada bahasa Jepang. Permarkah kasus diperlukan untuk menunjukkan fungsi frasa nomina dalam kalimat. Apakah frasa nomina tersebut berfungsi sebagai subjek, direct object atau indirect object.

Bahasa seperti halnya bahasa Inggris tidak menggunakan pemarkah kasus. English termasuk dalam tipe bahasa SVO atau NVN dimana frasa nomina yang paling depan posisinya menandakan subjek, frasa nomina yang terletak setelah frasa verba berfungsi sebagai indirect object dan frasa nomina yang terletak setelah indirect object menunjukkan fungsinya sebagai direct object.

Dalam bahasa bertipe SVO, urutan kata menunjukkan fungsi dari kata benda. Apabila urutan sudah bisa menunjukkan fungsi dari frasa nomina, pemarkah kasus sudah tidak diperlukan. Hal ini yang disebut dengan prinsip bahwa tata bahasa merupakan efisiensi. Meskipun demikian penanda tense, plural dan number masih digunakan sampai sekarang karena afiks-afiks infleksi tersebut memperjelas informasi dalam kalimat.

Namun, jika urutan kata bebas, frasa nomina dan frasa verba mempunyai mobilitas yang tinggi. Mereka dapat diletakkan di posisi manapun di dalam kalimat. Antara frasa nomina dan frasa verba dapat dipertukarkan.  Untuk menjadikan frasa nomina dan frasa verba mempunyai mobilitas yang tinggi, kedua frasa tersebut harus bersifat padat. Maka segala informasi tentang gender, tense, number harus dibuat singkat, dalam pemakaian afiks. Itulah mengapa afiks infleksi cenderung muncul pada bahasa dengan urutan kata yang bebas. Sebaliknya, jika frasa nomina dan frasa verba memiliki bentuk morfologi yang panjang dan tidak padat, akan sangat sulit dilakukan perpindahan.

Compiled by: Icuk Prayogi & Ikmi Nur Oktavianti

Referensi:

Comrie, Bernard. 1981. Linguistic Typology and Language Universals. Oxford: Basic Blackwell

Poedjosoedarmo, Soepomo. 2008. Kumpulan Makalah dan Jurnal. Yogyakarta : Mimiograf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s